in

Menulis Portofolio Pekerjaan

Pilihan kamu, kemampuan kamu, dan apa yang kamu kerjakan, adalah portofolio kamu.

Ketika ada satu yang menentukan dan membuat perubahan, semuanya berubah. Satu film bagus, bisa mengubah Netflix menjadi lebih populer tahun ini. Satu transaksi, bisa mengubah kondisi finansial seumur hidup. Satu pemain bagus, di injury time, bisa menciptakan gol dramatis yang mengubah tim menjadi juara.

Membuat sesuatu, berada dalam kejenuhan kreatif, selalu mengandung ketidakpastian. Justru di situlah kamu bisa berkata, “Saya tidak yakin..”. Itu bagus. Itu kepastian. Bahwa kamu memang jenuh dan merasa biasa. Sampai akhirnya bisa kamu temukan yang berbeda.

Yang pasti, salah satu dari yang kita lakukan, itulah yang menentukan perubahan.

Jika pilihanmu hanya mengembangkan 1 potensi saja, maka produksi akan sama saja. Pengusaha sukses tidak sukses sejak awal, tidak di 1 usaha yang sama. Seorang perupa, tidak berhenti sebatas lukisan dan instalasi. Seorang programmer, menutup diri kalau hanya menjadi spesialis Java dan JavaScript.

Pilihan kamu, kemampuan kamu, dan apa yang kamu kerjakan, adalah portofolio kamu.

Portofolio yang bagus, tidak menceritakan taruhan berulang-ulang atas keahlian yang tidak berkembang. “Saya doktor filsafat..”, tidak berkembang ketika kuantitas kamu tidak bicara, yang kamu kerjakan masih sama saja.

Memiliki portofolio yang beragam adalah kunci untuk mencapai kesuksesan di era digital. Kembangkan berbagai keterampilan dan pengalaman. Jangan takut untuk mencoba hal baru. Ceritakan kisah tentang pilihan dan pembelajaran dalam portofolio kamu.

Portofolio yang bagus, membawa cerita tentang elemen yang salah. Cerita bahwa kamu memilih keluar, karena pelajaran (dari pengalaman) sudah berakhir.

“Baiklah, kamu saya terima menjadi driver di sini, karena kamu sudah pernah kecelakaan dan pernah berurusan dengan polisi. Selain itu, kamu bisa menyiasati rute alternatif untuk menghemat solar.”.

Dan ternyata kamu benar.

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis tinggal di Rembang dan Kota Lama Semarang.

Dalam Arus Pilihan Melimpah

Setelah Tersesat, Terjadilah Interogasi