in

Terjebak dalam Sistem Pengukuran

Sebelum kenal SEO, kawan saya bicara kualitas. Setelah kenal, mereka bicara sistem pengukuran.

Dulu sekali, seorang kawan saya, masih mau bicara kualitas tulisan, proses kreatif, dll. Datanglah persaingan dan tuntutan. Dia kagum dengan ukuran bernama Views sekian K dan M. Target menulisnya sudah berubah: demi view dan klik. Kualitas, nomor 19.

View, like, comment, share, DM, penjualan, semua itu memang penting.

Tidak bisa terjadi tanpa ini.. Eksperimen. Keluar dari zona nyaman. Kerjakan dan pastikan mana yang sekarang “work”. Menghadapi apa yang kamu tidak tahu.

Jangan terjebak pada sistem pengukuran namun melupakan content kamu. Sukses bukan diukur dari popularitas dan uang yang kamu punya.

Ketika awal akan lakukan diet, Shinta ingin berat badannya turun. Selama ia lakukan diet, Shinta dapat pelajaran berharga. Informasi tentang makanan sehat. Bagaimana diet harus diikuti olahraga secara teratur. Akhirnya, berat badan turun hanyalah bonus. Shinta dapat hidup sehat, yang menjadi tujuan diet yang sebenarnya.

Menulis juga demikian.

Popularitas dan uang banyak, boleh kamu jadikan ukuran sukses, namun ada yang lebih berharga.

  • Open mind (berpikiran terbuka).
  • Riset.
  • Strategi berpikir.
  • Kemampuan menghadapi masalah.
  • Lebih cepat belajar apapun.
  • Networking.
  • Bekerja dengan kendali-waktu sepenuhnya di tanganmu.
  • Kreativitas yang membuatmu “bekerja”.

Sekarang, coba tanyakan lagi, seperti kali pertama saya bertanya, “Apa tujuanmu menjadi penulis?”. Tentu kamu punya jawaban sendiri, yang berbeda dari jawaban awal kamu. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, penambang crypto, redaktur Opini Pembaca di JatengToday.com, content creator Twitter @AsliSemarang, nggak pakai Facebook, aktif di Twitter @tamanmerah, pemilik SakJose.com, setiap minggu baca 2 buku, setiap hari selalu menulis dan menonton film.