in

Harus Saya Katakan

Sesudah “selalu terhubung”, kamu mau mengatakan apa?

Berbicara dan terhubung, dengan teknologi. Canggih. Platform sangat mendukung. Chat, email, video, diary, koleksi link, diskusi, dll. Betapa melimpah, betapa mudah, dan siap kapan saja.

Bagaimana jika kamu tidak punya sesuatu untuk dikatakan? Bagaimana jika ini semua terjadi karena teknologi (dengan mudahnya posting) mendesakmu untuk selalu posting, dengan content mirip orang lain?

Artinya, platform itu mendorongmu. Selalu ada kotak yang memintamu menuliskan status, twit, dan ajakan bergabung. Bicara itu mudah. Mengikuti orang lain itu mudah.

Kamu sedang “berdiri di pundak raksasa”. Berjalan bukan dengan kaki kamu sendiri, namun merasa hebat.

Itulah masa di mana kamu [merasa] tidak punya kata. Menulis dan posting dengan content seperti orang lain. Sesuatu yang mendesakmu ingin mengatakan, tidak selalu harus kamu katakan. Tulisan yang tidak pernah kamu ragukan sebelum kamu posting adalah tulisan yang akan mengancam dirimu sendiri.

Jika kamu tidak bisa berbicara dengan seseorang di sebelahmu sekarang, teknologi [canggih] itu menjadi tampak tidak bermanfaat. Secanggih apapun teknologi itu.

Ketika kamu sedang memegang berhadapan dengan suatu aplikasi dan akan mengatakan sesuatu, kamu perlu bertanya, “Apakah ini yang harus saya katakan?”. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, penambang crypto, redaktur Opini Pembaca di JatengToday.com, content creator Twitter @AsliSemarang, nggak pakai Facebook, aktif di Twitter @tamanmerah, pemilik SakJose.com, setiap minggu baca 2 buku, setiap hari selalu menulis dan menonton film.