in

Kehilangan Pembaca

Siang itu, ada seorang pembeli yang tidak saya kenal, terkejut dengan pedasnya masakan yang ada di warung tempat saya biasa makan siang. Pengunjung ini mencoba sayur merica, namun tidak tahan pedasnya. Pelanggan warung yang biasa kehabisan menu itu, sebaliknya, sedang menikmati pedasnya sayur merica.

Pengunjung itu berlalu dan tidak kembali ke restoran itu. Pemilik restoran itu kehilangan 1 pelanggan, namun ia memperjelas garis tentang siapa yang bukan konsumen mereka.

Menulis juga seperti itu. Apa yang membuat penulis pemula atau reporter, mengalami writer’s block, adalah standarisasi mereka harus bisa, atau diarahkan untuk sepopuler tulisan di media-media besar.

Internet menjadi standarisasi baru. Ini mental analog di mana internet dianggap sebagai “tempat lain” atau “cermin” dari dunia normal. Mereka dipaksa untuk “normal”. Istilah untuk “seperti yang lain”. Tidak mengherankan, apa yang dibicarakan orang, kebanyakan tentang apa yang sedang ngehit, bagaimana mendapatkan uang dari video, hal-hal yang terlalu normal. Mendapatkan banyak pembaca, subscriber, menjadi “tujuan” mereka kreatif. Ini tidak normal bagi pikiran saya.

Untuk menjadi pencipta yang sukses, orang hanya perlu “1000 penggemar sejati”, kata Kevin Kelly. Mereka bisa mengarahkan koneksi langsung. Kamu tidak perlu mendapatkan hit terlaris platinum, blockbuster, status selebritas.

Saya tidak menulis untuk semua orang. Selain “segmented”, tulisan saya hanya untuk lingkup kecil pembaca.

Tulisan saya bukan untuk orang yang telah berada di jalur tradisional, mereka yang sudah memilih jalan “default”, mendapatkan pekerjaan tetap, mengalami circardian rythm normal. Orang di sekitar saya, kebanyakan hidup di jalur “normal”, lintasan “default”, dan linier.

Saya menulis untuk orang-orang yang tidak nyaman, untuk orang yang lebih menyukai “mungkin”, bukan “iya” atau “tidak”. Saya tidak menulis bagaimana cara memperoleh pekerjaan. Saya menulis untuk orang yang ingin menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri. Saya tidak menulis untuk orang yang berkuliah dan bagaimana menyelesaikan studi mereka; saya menulis untuk orang yang tidak berkesempatan berkuliah namun ingin membaca buku lebih banyak dibandingkan seorang doktor, bisa menulis dan kreatif tanpa mengikuti jalur default.

Saya menuliskan alternatif, pilihan. Saya ingin menyajikan hidup “sebagaimana adanya”, di mana ada banyak peluang, kemungkinan, bukan hidup yang “sebagaimana seharusnya” versi orang lain. Saya melawan mereka yang percaya, hanya ada 1 “cara yang benar” untuk hidup.

Kamu sebenarnya berada di jalur yang menyenangkan, di mana informasi terbaik bisa dibagikan, wawasan orang lain lebih “terlihat”, dan tidak harus selalu di jalur default. Tidak ada akses dan berbagi informasi semudah sekarang.

Ada banyak cara untuk melihat dunia. Cara terpukul dan jatuh. Kekacauan yang menata-ulang hidup. Perbedaan. Asal-muasal masa depan dari apa yang kamu kerjakan sekarang.

Saya bukan pembenci pekerjaan default. Lingkungan sekitar saya penuh orang-orang default. Mereka tidak nyaman dengan apa yang saya tulis. Saya tidak menulis untuk persetujuan massal. Tidak meminta orang memahami apa yang saya katakan. Tidak untuk orang yang sudah nyaman dengan dunia mereka. Saya ingin “berbagi” yang sebenarnya, di mana orang bisa bertukar-pikiran, bukan memilih “setuju” atau “tak-setuju”. Tidak “harus seperti ini”.

Surat untuk Seorang Kawan, yang Akan Dibaca 1000 Orang

Dalam Rahim Ibuku Tak Ada Anjing