in

21 Daftar-Periksa untuk [Menonton dan] Menulis Resensi Film

Pengantar tentang bagaimana menonton dan menulis resensi film.

menulis-resensi-film

Banyak orang tidak mau membaca resensi film, mereka mau langsung menontonnya. Banyak pula yang terjebak dengan skala likert (10 bintang) dan terpengaruh review. Problemnya, film merupakan karya fiksi yang dikerjakan dengan beberapa pendekatan: fotografi, video, sastra, budaya, dll. Jika ingin menulis resensi film, mulailah dengan menjadi penonton yang baik. Resensi film, selanjutnya, akan menjadi pertimbangan penonton untuk mengambil keputusan: saya akan menonton film ini.

Tonton Film (Streaming dan Download)

Punya duit banyak untuk menonton film di bioskop, boleh saja, namun untuk menuliskan resensi film, perlu lebih dari sekadar sekali-tonton. Menulis resensi film perlu mengulang adegan terbaik (best scene), melacak subtitle, mencari informasi film, cross-reference, dll. Tonton film dari laptop dan terhubung internet. Download dulu (kalau perlu), bisa pause atau replay, sambil cari info.

Streaming dan Download Film

download-film-gratis
IndoXXI, rekomendasi pertama. Lengkap, downloadable, lancar di hape.

Indo XXI

Tempatnya streaming dan download film, serta serial jadul dan terbaru. Tidak mengenakan batas bandwith, dilengkapi rating (skala likert), sinopsis, trailer, subtitle Indonesia dan Inggris, alternatif pilihan server, pilihan kualitas (360, 480, 720, 1080) walaupun tidak semuanya. Kelemahannya: banyak iklan popup, iklan judi di subtitle, watermark “IndoXXI”, dan tidak ada format 3D.

download-film-torrent
Pilihan para kolektor. Terkecil, tanpa watermark, support IDM dan Torrent.

Yify.is

Cocok untuk kolektor film di laptop. Gambar bagus. Ada pilihan 720p, 1080p, dan 3D (untuk film tertentu). Ukuran file lebih kecil, kualitas tetap mantap. Tanpa watermark. Anda tidak perlu lihat iklan film. Lengkap dengan trailer, sinopsis, metareview, rating, dan komentar. Selalu pakai subtitle terpisah, cocok jika Anda kolektor film di laptop dan tidak mau kena iklan perjudian di subtitle saat menonton.

Tonton dengan seksama. Sendirian, kalau perlu. Ulangi pada adegan tertentu. Selama menonton, buatlah catatan seperlunya.

imdb
Biarpun memorable quote sering nggak sesuai subtile dan ulasan terlalu ringkas, IMDB.com punya database info film terbanyak dan ikut menentukan keputusan [calon] penonton film.

Tuliskan “Data Teknis” Film.

Judul film, tahun produksi, sutradara, penulis, bintang film, dan durasi (dalam menit). Bisa mengawali pencarian data teknis film dari IMDB (Internet Movie Database).

Sinopsis

Sinopsis itu gambaran-besar dari cerita. Buat penonton penasaran, namun mengerti gambaran cerita-utama dalam film. Sinopsis bukanlah ringkasan alur-cerita. Sinopsis menceritakan “alur utama” film ini. Sinopsis harus bisa menggambarkan seperti apa “genre” film ini. Sinopsis sebaiknya singkat. Jangan menjelaskan “ending”. Kebanyakan calon-penonton punya “spoiler alert”, larangan menceritakan detail dan ending.

Buat tantangan: bisakah saya menyingkat film ini menjadi 1 kalimat? 1 paragraf?

django-unchained

Film Django Unchained (2012) punya sinopsis singkat:

With the help of a German bounty hunter, a freed slave sets out to rescue his wife from a brutal Mississippi plantation owner.”

“Atas bantuan pemburu-hadiah asal Jerman, seorang budak-yang-dibebaskan menyelamatkan isterinya dari tuan tanah brutal asal Mississippi”.

Coba, apa yang Anda rasakan saat membaca sinopsis berikut:

Seorang siswa dari keluarga vegan, suatu dipaksa memakan menu berdaging di sekolah yang baru ditempati. Sejak saat itu, kekuatan aneh muncul dan terjadi serangkaian teror tak-terbayangkan.

Sekelompok pasukan bayangan, mengacaukan tentara Nazi dan membantu kemenangan sekutu di Perang Dunia I, sambil menyelundupkan lukisan berharga.

Boleh bikin sinopsis tak-resmi, menurut versimu sendiri.

Apa sinopsis “Lord of the Rings”?

Manusia, elf, hobbit, dwarf, dan Gandalf, bersatu hanya untuk membuang cincin.

Sayangnya, “Lord of the Rings” (LoTR) yang pernah memecahkan rekor “keyword yang paling sering diketikkan” di Google tahun 2005, bukan film humor. LoTR menjadi pesta CGI, eksplorasi imajinasi manusia pada zaman di mana ras manusia masih bisa berkomunikasi dengan elf, hobbit, dwarf, bahkan hewan-hewan langka dan tetumbuhan. Ini film keluarga.

Pilih salah satu film, cobalah membuat sinopsisnya, antara 1 kalimat – 1 paragraf.

Coba membuka situs download film, IMDB, atau MetaCritic dan lihat bagaimana contoh-contoh sinopsis film.

dari Sinopsis ke Alur Cerita (Plot)

Alur-cerita tidak sama dengan sinopsis. Alur berupa urutan, kadang kronologis, kadang kilas balik, atau campuran keduanya.

Di akhir film, perhatikan jenis ending apa yang dipilih dalam bercerita. Ada yang happy-ending, shocking-ending (mengejutkan, nggak nyangka kalau ternyata..), atau terbuka (nggak pasti, ada beberapa alternatif kemungkinan yang terjadi di pikiran penonton).

Alur utama film, pada beberapa perusahaan film, kadang tetap. Misalnya: Walt Disney untuk anak-anak. Apa persamaan film Peter Pan, Frozen, Pirates of Caribbean, dll.? Ceritanya selalu tentang seseorang yang “terpisah” dari keluarganya, mengalami petualangan, menemukan dirinya (yang baru, yang sejati), kemudian bersatu-lagi dengan keluarganya. Alur utamanya hampir sama.

wikia
Wikia.com tempatnya kekaisaran penggemar (fandom), untuk mencari info tentang film.

Mencari Informasi tentang Film

Informasi apa yang dicari? BTS (Behind the Scene). Komentar [calon] penonton. Bisa di-stalker dari trailer film itu di YouTube. Apa kata orang-orang yang terlibat: sutradara, aktor, dll. Gagasan yang diangkat dari film ini.

Wikia dirancang untuk para penggemar (game, movie, tv) dalam format wiki (ensiklopedia digital). Ulasan film lumayan mendalam: sinopsis, pembuatan, screenplay produksi, galeri foto, videoklip, BTS (behind the scene), trailer, dan poster. Link eksternal dan referensi, dicantumkan. Bisa melihat contohnya, untuk film Inception.

Mengulas Film

Aturan lama di penulisan seperti berita dan artikel, masih tetap sama. Jangan mengutamakan “kata sifat” dan “keterangan”, sebisa mungkin tetap “show do not tell”. Tidak semua data yang diketahui tentang film, perlu dicantumkan. Yang terpenting: efisien, relevan, dan mendalam. Perlihatkan sudut pandang berbeda.

Film itu karya fiksi, multidislipiner. Membaca film, sama halnya dengan membaca karya fiksi semacam novel, namun memadukan beberapa pendekatan: fotografi, video, musik, sastra, budaya, dll.

Jangan melakukan obyektivikasi terhadap film. Obyektivikasi itu memperlakukan film sebagai obyek, lalu memakai perangkat analisis dan membedahnya. Kalau pakai cara seperti ini, film akan berhenti di skala Likert (dapat berapa bintang?), jumlah penonton, dan saran layak atau tak layak tonton. Kecuali, memang sejak awal mau mengiklankan film. Saran saya, tuliskan sebagaimana adanya, jangan memakai standar review yang penuh iklan.

Kenali teknik perfilman dasar, gunakan dalam tulisan. Anda membahas film, tidak akan terlepas dari peristilahan dalam film. Ini untuk efisiensi dalam tulisan. Apa yang Anda uraikan panjang-lebar, kadang bisa terwakili dalam satu istilah. Istilah dalam pengambilan sudut-kamera (angle), beberapa jenis plot, coloring, dll.

Masuk ke dalam tema cerita. Tidak ada salahnya mengulas “teori mimpi” saat membahas film “Inception”.

Tuliskan 1-3 Aspek dan Segmented. Memulai resensi dengan 1-3 aspek, sudah cukup bagus untuk memulai.

Bagaimana mendapatkan aspek menarik dari film ini?

Gunakan 3 pertanyaan: apa, mengapa, dan bagaimana.

Setiap menggunakan ketiga kata-tanya itu, cobalah menjawabnya dengan 1 kalimat atau 1 paragraf singkat.

Mengerjakan Metafora

Kalau Anda kelebihan film-film produksi Walt Disney yang animasi anak-anak, dari sisi alur-cerita, jelas kurang menarik. Walt Disney menceritakan dengan plot sama; namun akan menjadi lain jika bisa menemukan metafora di balik film itu. Apalagi pada film-film yang sudah dikenal penonton, misalnya, film-film hasil adaptasi dari komik Marvel dan DC. Semua orang tahu cerita Cinderella, tetapi, apa yang lebih menarik di-luar alur-cerita Cinderella? Apa yang baru (beda) dari adaptasi ini?

poster-alternatif-film-fight-club
Poster alternatif, karya Flore Maquin, untuk film “Fight Club” 1999.

Saya ambil contoh, film Fight Club (1999).

Film ini punya tagline: “mischief, mayhem, soap“. Ketiadaan pimpinan, kekacauan, dan sabun.

Apa hubungannya “sabun” dengan ketiadaan pimpinan? Mengapa kata “sabun” digunakan dalam film ini?

Anda butuh “paragraf jembatan” yang menjelaskan tagline ini dengan 1 pertanyaan: ini film tentang apa? Atau dalam istilah sastra, film ini mengerjakan “metafora” apa?

Tyler Durden yang menyamar sebagai pegawai waralaba yang menawarkan sabun, mengajak pegawai yang bosan pada rutinitas-bekerja (dan rutinitas hidup) untuk bergabung ke “Klab Petarung”, tempat orang melampiaskan kejenuhan dan memprotes gaya-hidup Amerika. Sampai klub ini berkembang menjadi terorisme, skala luas dengan misi: menghancurkan sistem-ekonomi Amerika. Tyler Durden menyadari dirinya menjadi banyak dan harus bisa melepaskan dirinya yang lain agar selamat dari teror.

Nah, di sini ketemu: protes terhadap gaya-hidup Amerika, sistem-ekonomi, iklan, televisi, rutinitas kantor, dst. Jika disingkat menjadi 1 kata, ada satu tema besar, yaitu: kapitalisme.

Kalau sudah ketemu, barulah ada pertanyaan berikutnya:

Bagaimana kapitalisme digambarkan dalam film ini?

Ketiadaan-pimpinan (mischief) terjadi saat ideologi “diterjemahkan” ke dalam bentuk “organisasi” teroris, yang nggak mengenal “siapa” pemimpin mereka. Yang dikenal adalah “tujuan” mereka (menghancurkan sistem-ekonomi Amerika). Bahkan tertulis dalam peraturan nomor 1 di klub: “Fight Club doesn’t exist“. “Fight Club” tidak ada. Mereka rahasia.

Mayhem terjadi karena kapitalisme, menurut film ini, menghasilkan kekacauan, split personality, dst. Sabun adalah metafora untuk “opera sabun” (sinetron), dunia iklan, kecantikan, dan tubuh manusia modern.

Sabun sebenarnya jika diproses secara kimia, bisa menjadi bahan peledak. Ada banyak artikel yang membahas ini, bisa dicari di YouTube.

Dialog para tokoh di film ini quotable, tetapi, apakah dia mendapatkan dialog ini dari luar? Dialog ini tentang gagasan apa? Apa kata para marxian (pengkritik Marx) tentang kapitalisme? Apakah #harus dihubungkan dengan film ini, ataukah teori mereka sekadar relevan dengan film ini?

Kalau masih kesulitan melihat relevansi dan membaca dengan teori, cobalah satu pertanyaan ini: Bagaimana film ini mengkritik kapitalisme? Buktikan dengan dialog dan adegan, atau mengaitkan beberapa dialog dan adegan dengan kritik terhadap kapitalisme.

Mari membaca-ulang pernyataan Tyler Durden di film “Fight Club”:

  • Kamu bukanlah pekerjaanmu. Kamu bukanlah banyaknya uang yang kamu punya di bank. Kamu bukanlah mobil yang kamu kendarai. Kamu bukanlah isi dompetmu. Kamu bukanlah celana-pendek-militermu. Kamu semua sedang menyanyi, semua sedang menarikan sampah dunia.
  • Kamu tidak istimewa. Kamu bukan keping-salju cantik dan unik. Kamu adalah materi orgaik busuk seperti yang lain. Kita hanya bagian dari tumpukan kompos sama. Kita semua sedang menyanyi, semua menarikan sampah dunia.
  • Barang-barang yang kamu miliki, sekarang berbalik memiliki dirimu.
  • Kita semua dibesarhatikan televisi, percaya kalau suatu hari nanti kita akan menjadi jutawan, dewa-dewa film, dan bintang rock. Tidak akan. Kita pelan-pelan sedang mempelajari kenyataan. Dan kita ditipu mentah-mentah.

Dari 4 ucapan Tyler Durden itu, kita ringkas menjadi peristilahan-umum, sampai menemukan bahwa Tyler Durden mempersoalkan (dari 4 dialog itu): identitas, konsumerisme, komoditi, dehumanisasi, bahaya media, dst.

Film “Fight Club” diadaptasi dari novel “Fight Club” karya Chuck Palahniuk. Dia aktif memberikan workshop dan materi materi workshop ini berbayar.

Penerbit Open Court punya buku-buku yang menjelaskan maksud dan filsafat di balik film-film terkenal.

Tema “filsafat film” sudah menjadi kajian utama di dunia perfilman.

Mari melihat film lain, “Inception” (2010)

Dom Cobb dan Arthur lama menekuni teknologi untuk memanipulasi mimpi seseorang. Mereka menjalankan misi rahasia untuk mengubah keputusan seorang pewaris perusahaan-terkenal, yang membawa mereka pada petualangan mematikan.

Apa uniknya film ini? Selalu itu pertanyaan saya dalam melihat film. Alur cerita film ini sangat biasa, namun, “bagaimana” cara menceritakan “mimpi” dalam film ini, sangat fiktif. Khayal. Bisakah Anda membaliknya menjadi sangat-ilmiah?

Harap diingat, dalam film terdapat latar-belakang. Mengapa cerita tentang mimpi ini dipilih? Mengapa dia menceritakan dengan cara seperti itu?

“Inception” (2010) sangat ilmiah. Ada banyak penjelasan tentang film ini.

Website This is Barry menjelaskan “Inception” agak gamblang: Mengapa inisial para tokoh, kalau dikumpulkan menjadi: YDREAMS (why dreams?)? Mengapa Dom dibangunkan dengan cara ditendang? Apa limbo (dan kematian) itu? Tahapan mimpi dasar dan mimpi bertahap (mimpi dalam mimpi, sampai 5 lapis), bagaimana film ini memvisualkan 5 level mimpi?

Amazon menjual buku “Inception and Philosophy: Ideas to Die For” menjawab pertanyaan: Bagaimana mimpi itu berdekatan dengan gagasan tentang waktu dan kematian?

Kalau hanya copy-edit gagasan dari sumber orang-lain, kamu hanya mem-forward. Ceritakan secara natural sebagai seorang penonton, namun sampaikan “pilihan sudut-pandang” dalam menonton film ini.

Gagasan yang Menentang

Adakah “pertanyaan negatif” terkait film ini? Saya tidak percaya pada “ketetapan”. Orang bisa berubah, dekaden (mengalami penurunan kualitas). Apa yang dibilang keren, wow, bagus, oleh penonton lain, belum tentu demikian.

Daftar Periksa Resensi Film

Daftar-periksa (checklist) ini bisa digunakan selama menulis resensi film.

  • Saya sudah menonton filmnya.
  • Adegan menarik, quote, sudah saya tandai.
  • Saya punya beberapa pertanyaan yang perlu dijawab.
  • Tuliskan data teknis film ini, dalam 1 kotak.
  • Tuliskan sinopsis 1 kalimat #dan sinopsis 1 paragraf.
  • Tuliskan alur cerita, namun jangan utuh. Spoiler alert!
  • Cari informasi tentang film ini: BTS, review penonton, produksi.
  • Temukan metafora, alegori, dan simbol dari film ini.
  • Dialog atau adegan ini menyampaikan gagasan apa?
  • Apakah ini sequel, adaptasi, atau film lepas?
  • Pendekatan: fotografi, video, musik, sastra, budaya, dll.
  • Memakai terminologi perfilman dasar.
  • Temukan kejanggalan dalam film, dari sisi teknis ataupun idenya.
  • Buat pertanyaan terbuka.
  • Tuliskan 1-3 Aspek dan Segmented.
  • Saya menentang gagasan film ini, saya punya pertanyaan “negatif”.
  • Sisipkan video, best scene, quote, dll.
  • Buat kotak khusus (info lain) tentang film ini, kalau perlu.
  • Tuliskan Judul dan Lead.
  • Sunting tulisan.
  • Posting dan share.

Tonton dan tulis resensi film. Menulis resensi tanpa mendiskusikan pemahaman mendalam, hanya akan mengajak orang lain menjadi konsumen.

Semoga tulisan ini bisa menjadi pengantar menonton dan menulis resensi film.

What do you think?