in

Rahasia Orang Mau Like, Share, Comment, dan Save

Rahasia ini bisa konversi pembaca kamu menjadi pelanggan yang loyal.

Rahasia ini bisa konversi pembaca kamu menjadi pelanggan yang loyal.

Saya akan sampaikan jurus rahasia, apa yang membuat orang mau like, share, comment, dan save tulisan kamu.

Like: Menarik Secara Visual dan Cantik

Apa yang membuat orang Like? Jika tulisanmu menarik secara visual dan cantik.

Bayangkan visual cantik pada tingkat detail. Judul yang tepat dan mengena secara emosional. Caramu memilih-kata. Singkat dan langsung ke sasaran. Keterbacaan (ini salah satu faktor yang membuat BuzzFeed menang!). Tipografi. Foto atau video yang good looking. Buatlah semuanya mengarah pada “visual” dan “cantik”.

Orang tidak mau membacamu, mereka ingin lihat gambar. Orang tidak mau skimming (baca-teliti), mereka hanya ingin dapat apa yang mereka ingin tahu, mencari intinya di mana, dan mana tombol download.

Saya jelaskan bagaimana cara membuat perangkap visual agar pembaca menyimak tulisanmu sampai selesai dalam “Menulis Content Panjang

Jika “visual” dan “cantik” tidak menjadi prosedur standar dalam proses penulisanmu, maka Like akan lewat dari pikiran pembaca.

Share: Lucu, Berkaitan dengan “Saya”, dan Penting

Like tidak seberapa. Share lebih penting. Hitung Share, jangan hanya Like.

Apa yang dorong orang mau share?

Jika lucu, berhubungan dengan saya, dan penting.

  1. Lucu, menyenangkan. Ini istilah lain untuk “menarik” sekaligus “aman”. Orang tidak suka membagikan hal-hal yang berbau agama, politik, SARA, dan adult content, karena 1 alasan: tidak aman. Ukuran aman adalah “funny” dan topik netral.
  2. Relatable. Ada hubungannya dengan saya. Bagaimana berkendara aman dan tidak kena tilang elektronik di jalan tol, itu “relatable” dengan kebutuhan pemakai jalan tol.
  3. Important (Penting). Selalu tanyakan ke diri-sendiri:
  • Apakah content ini penting untuk kawan saya?
  • Apakah ia kira-kira mau bagikan content ini ke 5 orang lain tanpa saya minta?
  • Apakah ini akan ubah hidupnya dari “sebelum” ke “setelah”?

Jika tidak, tulisanmu tidak layak mereka share.

Comment: Layak Diperbincangkan, Kontroversial, dan Membentuk Opini

Orang bisa berkomentar kalau kotak komentar tidak kamu tutup. Begitu banyak web berita yang “menutup” kotak komentar mereka, akhirnya link mereka diperbincangkan di media sosial dengan feedback negatif.

Orang mematikan komentar karena alasan ini: Takut spam, takut ada kata-kata negatif, dan tidak mau repot menjawab; dll.

Apa yang membuat orang mau berkomentar?

  1. Konten kamu layak diperbincangkan. Tidak mudah menjalin perbincangan. Facebook penuh komentar, namun bukan perbincangan. Banyak Reply (balasan), emoticon, sapaan basa-basi, numpang testimoni, ikut berbagi link, tetapi bukan perbincangan. Dalam perbincangan, ada refleksi, pengetahuan baru, berbagi informasi yang relevan, kontroversi, elaborasi.
  2. Kontroversial. Emosi negatif, lebih memicu perbincangan. Benarkah mi instan berbahaya? Mengapa orang masih merokok kalau tahu itu berbahaya bagi kesehatan? Bagaimana cara bayar hutang? Siapa artis tercantik yang paling cerdas?
  3. Membentuk opini. “Apa pendapat publik?” adalah pertanyaan mahal bagi pengiklan, politisi, selebritas, dll. Mereka ingin lihat, apa kata mereka tentang “produk ini”, “kebijakan ini”, “ajaran ini”, “tren ini”, dll.

Orang tidak mau berkomentar hanya dengan kamu pancing, “Bagaimana menurutmu?”. Call to action seperti itu, tidak mengundang komentar. Mereka akan berkomentar kalau kamu bercerita, sampaikan fakta yang kontroversial, beri sikap yang berbeda, atau kamu sampaikan perspektif yang masih pro-kontra. Setidaknya, komentar akan lebih seru.

Save: Menolong Selesaikan Masalah, Berguna, dan Informatif

Saya pernah menunggu (dan melihat) perjuangan kawan saya untuk “save” suatu konten. Selama ini dia hanya suka scroll, copy teks sedikit untuk statusnya, atau memotret apa yang ia baca. Seperti itulah save. Kawan saya ini terjebak iklan jahat. Dia ingin download file .pdf yang langka, namun iklan membawanya ke putaran menjemukan: pop-up, close, diarahkan ke halaman lain, ada pertanyaan mau bayar (yang premium) atau gratis (free), kemudian dia pilih free dan menunggu timer 10 detik, masih diarahkan ke halaman lain, permintaan registrasi akun, dll. Apakah dia berhenti? Tidak. Dia ingin save file itu.

“Mengapa kamu ingin save file itu, padahal kamu tidak dapat link download sejak tadi?”, tanya saya. Dia jawab, “Karena ini bisa selesaikan masalah saya. Belum pernah saya lihat yang seperti ini..”

Atau kita ubah menjadi pertanyaan:

Apa saja faktor yang membuat orang ingin Save sesuatu?

  1. Menolong selesaikan masalah. Di kasus kawan saya tadi, ia mau selesaikan tugas kuliah. File .pdf tadi salah satu referensi andalan yang masuk ke Daftar Pustaka.
  2. Berguna. Orang download (ini artinya “save” juga) aplikasi karena berguna.
  3. Informatif. Pastikan informasi kamu sangat berharga. Lihatlah, betapa banyak orang usap layar dengan 3 jari ke bawah, untuk screenshot suatu berita dan menyimpan di Android. Dia senang dapat informasi pertama, yang menurutnya kelak bisa ia pakai.

Singkatnya, jika sesuatu dianggap “signifikan”, maka orang akan lakukan apapun demi save informasi. Sekalipun harus melewati iklan-jahat. [dm]

Written by Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, penambang crypto, redaktur Opini Pembaca di JatengToday.com, content creator Twitter @AsliSemarang, nggak pakai Facebook, aktif di Twitter @tamanmerah, pemilik SakJose.com, setiap minggu baca 2 buku, setiap hari selalu menulis dan menonton film.